lama tak menulis
lama tak merangkai kata
lama tak menyusun huruf
lama tak mengungkap ide
beku seluruh konsep
dingin seluruh ide
kelam seluruh terang
kembali mencoba
kembali belajar
kembali merangkai
kembali menyusun
kembali berucap
kembali ...
Inilah blog untuk saling bertukar ide, saling berbagi wawasan dan pengalaman untuk sebuah masa depan yang lebih baik
Sabtu, 24 April 2010
Kamis, 04 Maret 2010
Sabtu, 13 Februari 2010
Sabtu, 06 Februari 2010
Minggu, 17 Januari 2010
Rabu, 13 Januari 2010
Selasa, 12 Januari 2010
Hai
Hai, itu sapaan yang biasa aku ucapkan padamu. Dulu, dulu sekali ketika kita belum bersama. Ketika benih-benih cinta baru mulai tumbuh.
Hai, memang hanya itu sapaan yang mampu ku ucap, baik lewat tulisan maupun ketika kita berjumpa. Tidak ada kata lain yang dapat ku ungkap. Mungkin aku terlalu takut bahwa benih-benih itu tak kan jadi tumbuh jika aku terlalu banyak kata. Mungkin aku terlalu takut untuk kehilangan benih yang baru ku rasa.
Hai, awal dari segala yang berlangsung pada kita. Awal kebersamaan dan kebersatuan hati kita. Awal dari seluruh pengalaman yang kita alami. Awal dari seluruh suka cita dan duka lara yang kita jalani.
Hai, kini tak lagi mampu ku ucap kata itu. Benar-benar tak mampu.
Hai, tak tahu lagi kapan ku ucap kata itu, meski kini ku sangat ingin mengatakan kata itu.
Hai, semoga Ia perkenankanku tuk kembali ucap kata itu.
Hai, semoga kita segera bertemu.
Hai, awal segala keindahan bagiku
Hai, pencipta angan dan mimpiku
Hai, semua berawal di situ
Hai, .....
Hai, memang hanya itu sapaan yang mampu ku ucap, baik lewat tulisan maupun ketika kita berjumpa. Tidak ada kata lain yang dapat ku ungkap. Mungkin aku terlalu takut bahwa benih-benih itu tak kan jadi tumbuh jika aku terlalu banyak kata. Mungkin aku terlalu takut untuk kehilangan benih yang baru ku rasa.
Hai, awal dari segala yang berlangsung pada kita. Awal kebersamaan dan kebersatuan hati kita. Awal dari seluruh pengalaman yang kita alami. Awal dari seluruh suka cita dan duka lara yang kita jalani.
Hai, kini tak lagi mampu ku ucap kata itu. Benar-benar tak mampu.
Hai, tak tahu lagi kapan ku ucap kata itu, meski kini ku sangat ingin mengatakan kata itu.
Hai, semoga Ia perkenankanku tuk kembali ucap kata itu.
Hai, semoga kita segera bertemu.
Hai, awal segala keindahan bagiku
Hai, pencipta angan dan mimpiku
Hai, semua berawal di situ
Hai, .....
Langganan:
Postingan (Atom)




